Pernahkah
kau benar-benar merasa menjadi seorang pembaca pasif. Dalam hal inipun bukan
pembaca buku seseungguhnya, tapi enggkau seolah-olah membaca setumpuk realita
ataupun fiksi di sekelilingmu, dan kamu hanya menerka-nerka mana yang nyata
mana pula yang hanya tipu belaka.
Posisimu
hanyalah itu, kau berhak mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya dari
tiap-tiap kejadian di sekelilingmu. Mencoba memahaminya, mencoba mencari tahu,
dan mencoba menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya. Engkaupun bebas
saja berpendapat sesuka hatimu, selama itu kau dilakukan hanya dalam fikiranmu,
engkau bebas bergerak, berlari sekencang mungkin, menari seindah mungkin atas
hal-hal yang engkau dapat, yha selama kau melakukannya dibenakmu sendiri.
Sebagai
seorang pembaca pasif.
Kau
akan merasa terus menerus mendapatkan pengetahuan dari tiap detik kejadian yang
ada, terus saja berspekulasi toh tak ada yang mengetahui keberadaanmu. Tak ada
yang akan pergi ke kepolisian untuk melaporkan atas pencemaran nama-nama baik akibat
ulah dan pendapatmu, tak ada. Referensi-referensi yang kau bacapun tak ada yang
mengecap itu sah ataupun absah. Terserah padamu, mendapatkan referensi dari
blog kehidupanpun atau copy paste
dari web tak berpenghunipun tak masalah, tak akan ada yang memprotesmu akan hal
itu selama kamu melakukannya sebagai pelaku pasif.
Sebagai
seorang pembaca pasif.
Berjalan
pelan tapi pasti, mengantongi setiap jejak yang kau tapaki dengan jalanmu
sendiri. Hingga kau benar-benar merasa sepi, merasa apa arti hidup ini jika tak
ada cercaan dari orang-orang, tak ada pujian yang sekedar untuk pembangkit rasa
kelu hatimu. Kapan kau mau berhenti ataukah kamu akan terus pergi
bermetamorfosis menjadi pembaca aktif.