Februari 07, 2013

Melaju Jiwamu


Tertatih adalah ketika hatiku menarik seretan jiwamu yang kian menjauh
Merangkak hingga tak sadarkan diri aku berada pada posisi seperti ini
Burukku saja yang selalu ku sadari, tak pernah burukmu
Melodi yang kian melagu terus saja melantun seperti tenunan jiwa ini
Jiwa berbicara mencoba menerka kemana jiwamu pergi, seperti buntu mengadu
Jalan seakan bercabang pada sekian ribu tujuan
Tak pernah tahu kemana akhir dari pemikiran ini
Satu persatu jalanan ku tempa, namun tiada selesai hingga waktu bicara
Aku ada melaju jiwamu hingga jauh entah kemana

Februari 04, 2013

A Passive Reader


Pernahkah kau benar-benar merasa menjadi seorang pembaca pasif. Dalam hal inipun bukan pembaca buku seseungguhnya, tapi enggkau seolah-olah membaca setumpuk realita ataupun fiksi di sekelilingmu, dan kamu hanya menerka-nerka mana yang nyata mana pula yang hanya tipu belaka. 


Posisimu hanyalah itu, kau berhak mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya dari tiap-tiap kejadian di sekelilingmu. Mencoba memahaminya, mencoba mencari tahu, dan mencoba menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya. Engkaupun bebas saja berpendapat sesuka hatimu, selama itu kau dilakukan hanya dalam fikiranmu, engkau bebas bergerak, berlari sekencang mungkin, menari seindah mungkin atas hal-hal yang engkau dapat, yha selama kau melakukannya dibenakmu sendiri.
Sebagai seorang pembaca pasif.
Kau akan merasa terus menerus mendapatkan pengetahuan dari tiap detik kejadian yang ada, terus saja berspekulasi toh tak ada yang mengetahui keberadaanmu. Tak ada yang akan pergi ke kepolisian untuk melaporkan atas pencemaran nama-nama baik akibat ulah dan pendapatmu, tak ada. Referensi-referensi yang kau bacapun tak ada yang mengecap itu sah ataupun absah. Terserah padamu, mendapatkan referensi dari blog kehidupanpun atau copy paste dari web tak berpenghunipun tak masalah, tak akan ada yang memprotesmu akan hal itu selama kamu melakukannya sebagai pelaku pasif.
Sebagai seorang pembaca pasif.
Berjalan pelan tapi pasti, mengantongi setiap jejak yang kau tapaki dengan jalanmu sendiri. Hingga kau benar-benar merasa sepi, merasa apa arti hidup ini jika tak ada cercaan dari orang-orang, tak ada pujian yang sekedar untuk pembangkit rasa kelu hatimu. Kapan kau mau berhenti ataukah kamu akan terus pergi bermetamorfosis menjadi pembaca aktif.