Juni 13, 2012

Hiruk Pikuk #1


Hari ini benar-benar sangat hiruk pikuk. Dari ramainya jalanan, pikiranku sampai FB yang bagi twitter udah di sebut-sebut pake simbol “RIP”, toh nyatanya hari ini semua serba bangkit tanpa di undang padahal jelas-jelas hari kebangkitan belum datang.... hhhah ngomong apa sih aku.
Ok balik ke topik “hiruk-pikuk”, ada baiknya kalo kali ini di bagi persesi aja. Pertama, tentang hiruk pikuknya jalanan, kayaknya dah gak pada heran kenapa oh kenapa hari ini dan sejak kemarin jalanan Jogja ramai, terutama di pagi hari dan menjelang siang. Yha, anda tepat!!SNMPTN.
Kedua, tentang hiruk pikuknya pikiranku hari ini (pentingg yha??), yha penting. Ini bermula pas aku lupa bawa hape ke kempus, apa sih pentingnya hape??
Bagi ku jelas sangat penting, pernah hampir nangis saat tengah malam, aku benar-benar butuh pertolongan orang gara-gara hujan badai dari kampus udah jam 11 malam, tapi ujan gek reda-reda, gak bawa jas hujan dan hape “lowbat”. Anda tau, nomor hape yang aku ingat?? yha hanya nomor hape ibuku, yang telah lenyap dua minggu yang lalu (hp ilang). Back to today, inti dari gak bawa hape tu Cuma takut susah komunikasi dan yahh udah jelas. Pint ke dua ini, emang gak terlalu penting, tapi Cuma nyaranin buat para pembaca di usahain deh, inget nomor hape beberapa orang yang dekat, sahabat kek, pacar atau keluarga. Gak kaya aku, inget nomor hape pacar sehari, dua hari, habis tu lupa. Yang masuk banget di long term memory Cuma hape nyokap (itu pun udah ilang sekarang). Janji deh, siapa yang jadi pacarku berikutnya akan ku hafal dengan baik nomornya..hahaha (hadeeehhh....).

Ini point yang pengen banget ku ceitain. Point ketiga, yaitu tentang FB yang hari ini bagiku tiba-tiba ramai. This is about a girl, a girl who have been dated by someone who so close with me (red:NG). Dia (she), datang 2 tahun yang lalu dalam kehidupan NG, dia bener-bener baik banget sama keluargaku, ya semua karna dia deket ma NG yang posisinya emang deket banget ma aku. Kalo harus mendeskripsikan She, banyak ke kaguman yang timbul ketika aku harus mendeskripsikan dia, wanita yang perfectsionist, mandiri, teguh pendirian, berhati mutiara dan yah intinya oke banget. Udah aku anggap sebagai kakak perempuanku, udah aku anggap sebagai bagian dari hidupku. Wanita yang ceria, cerdas dan yah baik hati. Dia telah masuk ke dalam bagian hidupku semenjak dia dekat dengan NG, kami sering menghabiskan waktu bersama, berbagi dan perduli satu sama lain. Bisa kubilang dia adalah wanita yang sukses, tak pernah tampak sedikitpun sikap-sikap buruk dari dirinya di mataku. Hingga suatu hari setelah kami mengenal satu sama lain cukup lama, dia berubah 180 derajat. Yha,dia putus dengan NG. Dia banyak bercerita padaku tentang berbagai alasan dan hal-hal yang terjadi antara dirinya dan NG, aku pun menimpali ceritanya seobjektif mungkin, namun apa daya mungkin karena aku terlalu dekat dengan NG, kemudian She menganggapku terlalu membela NG. Aku benar-benar di buatnya bingung pada saat itu, apa yang harus aku lakukan.
Kebingungan-kebingunganku pun berlanjut, She berubah menjadi orang yang tak ku kenal lagi, bakan FB-ku pun ternyata di block olehnya, apa maksud semua ini, kami pun masih sempat berbicara, toh posisi aku dan dia sebenarnya baik-baik saja. Namun sejauh itukah yang di lakukan She, hingga pada suatu kami berbicara, dan perkataan-perkataan She benar-benar tak aku kenal lagi, She yang ku anggap seorang wanita yang smart, charming, beautiful and so independet, semua itu hancur. Dan pada saat itu, dia benar-benar memutuskan tali persaudaraan di antara kami.
Itu hanya awal point ketiga, hingga saat ini aku benar-benar tak ada sedikitpun kebencian untuk She, apa yang telah di lakukan tak membuatku terusik, hanya saja aku sungguh menyayangkan hal itu, dia terlalu baik untuk berubah se drastis itu. Jika dia (she), membaca artikel ini. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih atas semua hal yang pernah kamu beri, padaku dan pada keluargaku. Tentang apa pun yang kamu lakukan, aku memang masih bertanya-tanya. FB sangat ramai hari ini, aku tau itu karna kamu sangat mencintai NG (red:masih), kebencian memang benar-benar menghancurkan segalanya.
Huuuftt...haha...ngomongnya dari tadi formal banget yahh...ini semua memberikan motivasi padaku untuk lebih menggali tentang makna sebuah kebencian. Dan segera, aku akan menulis artikel selanjutnya yang lebih mengandung ilmu “psikologi”. Let’s see... J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Just write what U want....xixixi....