Hari
ini benar-benar sangat hiruk pikuk. Dari ramainya jalanan, pikiranku sampai FB
yang bagi twitter udah di sebut-sebut pake simbol “RIP”, toh nyatanya hari ini
semua serba bangkit tanpa di undang padahal jelas-jelas hari kebangkitan belum
datang.... hhhah ngomong apa sih aku.
Ok
balik ke topik “hiruk-pikuk”, ada baiknya kalo kali ini di bagi persesi aja.
Pertama, tentang hiruk pikuknya jalanan, kayaknya dah gak pada heran kenapa oh
kenapa hari ini dan sejak kemarin jalanan Jogja ramai, terutama di pagi hari
dan menjelang siang. Yha, anda tepat!!SNMPTN.
Kedua,
tentang hiruk pikuknya pikiranku hari ini (pentingg yha??), yha penting. Ini
bermula pas aku lupa bawa hape ke kempus, apa sih pentingnya hape??
Bagi
ku jelas sangat penting, pernah hampir nangis saat tengah malam, aku benar-benar
butuh pertolongan orang gara-gara hujan badai dari kampus udah jam 11 malam,
tapi ujan gek reda-reda, gak bawa jas hujan dan hape “lowbat”. Anda tau, nomor
hape yang aku ingat?? yha hanya nomor hape ibuku, yang telah lenyap dua minggu
yang lalu (hp ilang). Back to today, inti dari gak bawa hape tu Cuma takut
susah komunikasi dan yahh udah jelas. Pint ke dua ini, emang gak terlalu
penting, tapi Cuma nyaranin buat para pembaca di usahain deh, inget nomor hape
beberapa orang yang dekat, sahabat kek, pacar atau keluarga. Gak kaya aku,
inget nomor hape pacar sehari, dua hari, habis tu lupa. Yang masuk banget di long term memory Cuma hape nyokap (itu
pun udah ilang sekarang). Janji deh, siapa yang jadi pacarku berikutnya akan ku
hafal dengan baik nomornya..hahaha (hadeeehhh....).
Ini
point yang pengen banget ku ceitain. Point ketiga, yaitu tentang FB yang hari
ini bagiku tiba-tiba ramai. This is about
a girl, a girl who have been dated by someone who so close with me (red:NG). Dia
(she), datang 2 tahun yang lalu dalam kehidupan NG, dia bener-bener baik banget
sama keluargaku, ya semua karna dia deket ma NG yang posisinya emang deket
banget ma aku. Kalo harus mendeskripsikan She, banyak ke kaguman yang timbul
ketika aku harus mendeskripsikan dia, wanita yang perfectsionist, mandiri,
teguh pendirian, berhati mutiara dan yah intinya oke banget. Udah aku anggap
sebagai kakak perempuanku, udah aku anggap sebagai bagian dari hidupku. Wanita
yang ceria, cerdas dan yah baik hati. Dia telah masuk ke dalam bagian hidupku
semenjak dia dekat dengan NG, kami sering menghabiskan waktu bersama, berbagi
dan perduli satu sama lain. Bisa kubilang dia adalah wanita yang sukses, tak
pernah tampak sedikitpun sikap-sikap buruk dari dirinya di mataku. Hingga suatu
hari setelah kami mengenal satu sama lain cukup lama, dia berubah 180 derajat.
Yha,dia putus dengan NG. Dia banyak bercerita padaku tentang berbagai alasan
dan hal-hal yang terjadi antara dirinya dan NG, aku pun menimpali ceritanya
seobjektif mungkin, namun apa daya mungkin karena aku terlalu dekat dengan NG,
kemudian She menganggapku terlalu membela NG. Aku benar-benar di buatnya
bingung pada saat itu, apa yang harus aku lakukan.
Kebingungan-kebingunganku
pun berlanjut, She berubah menjadi orang yang tak ku kenal lagi, bakan FB-ku pun
ternyata di block olehnya, apa maksud
semua ini, kami pun masih sempat berbicara, toh posisi aku dan dia sebenarnya
baik-baik saja. Namun sejauh itukah yang di lakukan She, hingga pada suatu kami
berbicara, dan perkataan-perkataan She benar-benar tak aku kenal lagi, She yang
ku anggap seorang wanita yang smart,
charming, beautiful and so independet, semua itu hancur. Dan pada saat itu,
dia benar-benar memutuskan tali persaudaraan di antara kami.
Itu
hanya awal point ketiga, hingga saat ini aku benar-benar tak ada sedikitpun
kebencian untuk She, apa yang telah di lakukan tak membuatku terusik, hanya
saja aku sungguh menyayangkan hal itu, dia terlalu baik untuk berubah se
drastis itu. Jika dia (she), membaca artikel ini. Aku hanya ingin mengucapkan
terima kasih atas semua hal yang pernah kamu beri, padaku dan pada keluargaku.
Tentang apa pun yang kamu lakukan, aku memang masih bertanya-tanya. FB sangat
ramai hari ini, aku tau itu karna kamu sangat mencintai NG (red:masih),
kebencian memang benar-benar menghancurkan segalanya.
Huuuftt...haha...ngomongnya
dari tadi formal banget yahh...ini semua memberikan motivasi padaku untuk lebih
menggali tentang makna sebuah kebencian. Dan segera, aku akan menulis artikel
selanjutnya yang lebih mengandung ilmu “psikologi”. Let’s see... J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Just write what U want....xixixi....