Juli 24, 2012

Sederhana Saja


"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)


"Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia, sebab kekuatan itu tidak akan pernah mampu direnggut dari manusia yang mencinta." (Kahlil Gibran)

Sejuta Rasa


Jika pernah kamu mendengar orang bicara tentang sejuta rasa, mungkin kata-kata itulah yang sekarang sedang benar-benar aku akui keberadaannya. Yha Sejuta Rasa. Jika aku ambil makna dari kata itu sesuai dengan mind set diriku sendiri, maka yang terbayang pertama kali ialah kumpulan dari berbagai rasa. Rasa itu emang banyak banget, dan mungkin jika di beri induk dari semua rasa maka akan muncul kategori rasa yang paling besar yaitu senang dan sedih. Yang merupakan ayah dan ibu dari si Sejuta Rasa itu. Tapi aku masih saja kurang setuju, jika aku beri beberapa contoh rasa, misalnya nervous, rindu, bahkan cinta. Maka ketiga rasa itu masuk ke golongan bagian mana?
Nah itulah yang sedang benar-benar saya maknai sebagai sejuta rasa, bahkan nervous pun masih dapat di bagi-bagi berdasarkan penyebabnya, intensitasnya, situasi dan lain sebagainya. Mind set ku pun menyimpulkan jika kita telah banyak merasakan berbagai rasa maka kita akan lebih dapat menjadi orang yang bijaksana, misalnya dari kata-kata bahwa orang yang bijaksana ialah orang yang telah banyak makan garam kehidupan, atau orang yang bijaksana ialah orang yang telah banyak pengalaman dalam berbagai hal. Nah itulah fungsi dari Sejuta Rasa bagi mind set ku saat ini.



Oh yha, sebenarnya aku mau ngomongin tentang apa sih. Yha tentang perasaan ini, ini lebih ke perasaan si Ibu Senang daripada si Ayah Sedih.  Ini tentang pertemuanku dengan seseorang yang kini udah jadi bagian dari hari-hariku. Ini tentang sejuta rasa yang dia beri ke dalam hari-hariku. Ini tentang persembahan rasa yang dia udah tambahkan ke dalam dompet tabungan rasaku. Yha ini tentang rasa yang dia beri sekarang ini.
Rasa ini benar-benar cukup merepotkan hari-hariku. Aku pernah jatuh cinta dan terlihat seperti orang yang sangat bodoh. Yha aku pernah mengalaminya dan itu dulu. Dan itupun tak semerepotkan seperti sekrang ini.Knp?Ini beda. Aku benar-benar di buat konyol olehnya, di usiaku yang udah bukan ABG lagi. haha. Bagiku, anugrah rasa seperti itu tidak adan sering muncul seiring telah banyaknya rasa yang pernah kita rasakan dan rasa yang seperti itu benar-benar jarang dan hanya sesekali terjadi pada kehidupan seseorang. Yha tampaknya sekarang aku sedang merasakan hal itu.
Rasa ini tak menentu, terlalu sulit untuk di deskripsikan dengan kata-kata. Mungkin ini hanya anggapanku karena aku sedang jatuh cinta. Rasanya jika kau sedang jatuh cinta dengan seseroang maka perasaanmu memang tidak adak stabil, yha… kau bisa sangat senang bahkan jika hanya mendapat senyuman dari orang tersebut, namun kau juga bisa jengkel setengah mati ketika orang yang kau nanti-nanti tiba-tiba berlalu dengan indahnya di depan mu tanpa menoleh sedikitpun ke arahmu atau bahkan tanpa sedikitpun menyadari kehadiranmu.
Ku ucapkan terima kasih pada Allah yang telah menganugrahkan rasa ini. Harapanku sih moga rasa ini banyak memberikan hal-hal positif dan memberikan kebahagiaan buat diriku, dirinya dan sekeliling kami.
Amin