Malam itu layaknya siang yang begitu cerah secerah hatiku untuk menemuimu. Bintangpun tersenyum indah melihatku yang rindu akan dirimu. Di taman itu, masih taman yang sama saat kita sering menghabiskan waktu bersama, cahaya lampu taman kota membuat suasana malam hari semakin indah, seindah yang ku rasa dan sama seperti yang kau rasa, tidakkah begitu?
Ku tatap mata redup itu, tak pernah sekalipun aku bisa menebak sedalam apa sepasang mata itu melihat perasaanku ini. Kau terus meyakinkan aku bahwa kau tahu benar seberapa aku menginginkanmu, walaupun bagiku kau tak pernah tau.
Hanya malam ini, aku sungguh yakin dapat membaca arti tatapan itu, begitu dalam hingga aku nyaris tenggelam dan tak menggapai permukaan diriku lagi. Akupun ikut meredup, ku rasakan lampu-lampu taman mengikuti suasana keredupan ini.
Aku ingin menjerit, inikah malam indah itu? Aku ingin pulang, dan mengulang malam indah ini, namun malam indah sesungguhnya, bukan malam dimana waktu memintaku untuk berpisah denganmu.
Ku tatap mata redup itu, tak pernah sekalipun aku bisa menebak sedalam apa sepasang mata itu melihat perasaanku ini. Kau terus meyakinkan aku bahwa kau tahu benar seberapa aku menginginkanmu, walaupun bagiku kau tak pernah tau.
Hanya malam ini, aku sungguh yakin dapat membaca arti tatapan itu, begitu dalam hingga aku nyaris tenggelam dan tak menggapai permukaan diriku lagi. Akupun ikut meredup, ku rasakan lampu-lampu taman mengikuti suasana keredupan ini.
Aku ingin menjerit, inikah malam indah itu? Aku ingin pulang, dan mengulang malam indah ini, namun malam indah sesungguhnya, bukan malam dimana waktu memintaku untuk berpisah denganmu.

